http://www.penerbitbinakasih.com/227-buku-bentara+kristus+.html
”Kegembiraan mengenal Tuhan Yesus Yang Hidup, bersandar kepada Tuhan Yang Hidup… aku hanyalah bentara-Nya. Ia akan menjaga kemuliaan-Nya sendiri, mengasuh pelayan-pelayan-Nya sendiri, memasok segala keperluan kita dari kekayaan-Nya sendiri, dan kita mengetuk dengan doa-doa, pekerjaan iman, dan pekerjaan kasih kita.”
J. Hudson Taylor telah memberikan hidupnya bagi pekabaran Injil di Tiongkok. Ia dengan gigih menaburkan benih Injil di tengah masyarakat yang kuat adat istiadatnya, dalam suasana penuh kerusuhan, perang, dan penganiayaan. Keteguhan hatinya untuk tetap mengandalkan Kristus serta cintanya kepada masyarakat Tiongkok patut kita tiru.
Mengabarkan Injil selaku konsekuensi dan dampak iman dengan gamblang disajikan dalam buku ini sebagai realitas indah, yang memperluas wawasan layan dan mempertajam nalar, sekaligus meronai kehidupan dengan penuh keajaiban.
http://www.penerbitbinakasih.com/304-buku-hujan+pegunungan.html
Ketaatan dan keyakinan terhadap panggilan Allah untuk menceritakan kabar baik kepada orang Lisu mebawa J.O Fraser ke pegunungan di perbatasan Myanmar dan China. J.O Fraser hampir putus asa ketika bertahun-tahun di pelayanan tidak melihat hasil, tetapi ia tidak putus asa. Seseorang yang ‘menemukan’ rahasia dari kuasa doa yang menggerakkan hati Allah dan manusia. ‘Saya dahulu berpikir,’ tulisnya, ‘bahwa doa harus mendapat tempat pertama, dan pengajaran di tempat kedua. Sekarang saya merasa bahwa doa harus mendapat tempat pertama, kedua, dan ketiga, dan pengajaran tempat keempat.’)
http://www.penerbitbinakasih.com/57-buku-john+sung+.html
Seorang yang cemerlang dan berapi-api dalam memberitakan kabar baik, John Sung sangat keras sejak kecil dan tidak pernah terbayang dirinya akan menjadi pekabar Injil. Tetapi sejarah mencatat bahwa John Sung yang tercatat menyelesaika kuliah dalam bidang kimia sampai pada jenjang doktor hanya dalam waktu sekitar 5tahun, diubahkan oleh Allah dan dipakai untuk membawa kegerakan Injil di Asia. John Sung sendiri pernah ke Indonesia beberapa kali pada tahun 1930an. Meninggal dalam usia 42 tahun, John Sung patut diingat dan dikenang jasa serta semangatnya dalam memberitakan kabar baik. Dunia sekarang tidak sama seperti ketika John Sung masih hidup, tetapi orang-orang pintar, orang keras kepala, orang yang enggan dan bahkan orang yang sakit-sakitan, siapapun yang mengaku mengikut Kristus tetap dipanggil untuk meneladani kesetiaan John Sung pada Allah yang memanggilnya)
http://www.penerbitbinakasih.com/43-buku-perjalanan-musafir-.html
Kisah klasik yang tidak lekang oleh waktu, sepatutnya dibaca oleh setiap orang percaya. Kisah klasik karya John Bunyan, salah seorang teolog abad 17, yang sudah diterjemahkan dalam sekitar 200 bahasa. Kisah ini berupa alegori perjalanan seorang musafir menghadapi berbagai tantangan dan rintangan sebelum mencapai tujuan akhir.
God isn’t looking for people with great faith, but for individuals ready to follow Him - James Hudson Taylor